Oleh: Anju Nofarof Hasudungan

PERGILAH DAN BERKARYALAH KE PELOSOK NEGERI

Administrator
Sabtu, 03 September 2016 10:27:31 WIB
427 Views

Penulis bukanlah orang pertama dan terakhir yang mengabdikan diri ke daerah pelosok negeri, bukan juga yang terhebat. Penulis tidak akan memberikan pesan-pesan yang penulis tidak pahami. Agar pesan ini menjadi rema dalam hidup setiap anak muda Indonesia karena diambil dari sebuah perjalanan anak muda dalam pencarian identitas.

Hidup hanya sekali apalagi di masa muda. Jangan sia-siakan masa muda mu. Kita tidak akan bisa kembalikan waktu, peristiwa dan kenangan. Hanya bisa diingat-ingat. Ini mengingatkan Penulis kepada buku Sejarah Singkat Waktu karya Stephen Hawking yang sudah penulis baca.

Apa yang kita lakukan saat ini bisa menjadi kebanggaan atau penyesalan di masa yang akan datang. Pilihan ada ditangan kita. Sebelumnya izinkan penulis memperkenalkan diri nama penulis Anju berasal dari Pekanbaru, Riau. Jujur saya sangat senang dengan diadakan lomba menulis, akhirnya saya bisa menuangkan ide dan gagasan saya dalam bentuk tulisan lagi. Bukan kebetulan penulis bisa mengetahui lomba menulis oleh Idntimes. Karena saat ini penulis menjadi Guru SM3T di Kabupaten Jayawijaya, tepatnya di Distrik Pyramid yang tidak ada sinyal dan listrik hanya satu jam hidup. Bersyukur saat ke kota dan mengaktifkan kembali Facebook (FB) melihat ada lomba penulis dalam beranda di salah satu teman di FB dan salah satu topiknya sangat saya senangi yakni pesan untuk anak-anak Indonesia di masa depan.

Kedua kali izinkan penulis membagikan masa muda penulis yang belum selesai ini. Tujuannya bukan untuk curhat, menasehati atau menghakimi anak muda. Akan tetapi ingin menyampaikan pesan dan mengajak setiap anak muda Indonesia untuk menulis kisahnya untuk indonesia. Saat ini berusia 23 tahun dan 5 tahun lagi 28 tahun, usia yang sangat matang.

Sudah lama penulis menyadari bahwa Anak Muda sangat berperan dalam mendirikan suatu negara serta eksistensi di masa yang akan datang. Sebab di masa kuliah di Pendidikan Sejarah penulis banyak belajar tentang sejarah bangsa Indonesia hingga saat ini. Sejarah sudah membuktikan bahwa anak muda sangat berperan dalam perjalanan suatu bangsa.

Karena pemahaman bahwa di usia muda banyak yang bisa dilakukan untuk kemajuan bangsa maka penulis mulai dari masa SMA dan Kuliah. Pertama-tama penulis adalah seorang aktivis mahasiswa dan wirausaha. Penulis pernah menjabat sebagai Kadiv. Sosial dan Politik HIMA Pendidikan Sejarah, Wartawan kampus Bahana Mahasiswa, Ketua Umum Olimpiade Sejarah 3 Se-Riau, Wakil Ketua pelayanan Mahasiswa Kristen Pekanbaru (Campus Generation Fellowship) dan laiinya. Banyak lomba dan pertandingan serta pelatihan yang penulis ikuti dan tidak sedikit juga demonstrasi yang penulis ikuti. Penulis banyak belajar dari setiap proses itu. Penulis tidak menghakimi atau bahkan menyesal atas apa yang telah penulis lalui tersebut. Tetapi di masa menjelang menamatkan diri pendidikan S1 penulis mulai bertanya. apakah penulis benar-benar sudah berkontribusi untuk bangsa ini? Apakah penulis sudah tahu tujuan hidup penulis? Apakah penulis mengerti tentng hakikat hidup? Akhirnya menjelang penulis menamatkan diri dari perkuliahan, penulis mengambil sikap untuk ikut program SM3T angkatan V ke Papua.

 

Seperti yang disampaikan oleh Profesor Psikologi dari Harvard University, David mcCleladn bahwa yang membedakan antara negara maju dan negara berkembang ialah bahwa setiap warganegaranya selalu berkeinginan untuk memberikan yang terbaik kepada negara dan bangsanya dan mereka haus akan prestasi (Need for Achievment, N-Ach).

Meninggalkan zona nyaman hidup adalah alasan terberat seorang muda untuk pergi dan mengabdi ke pelosok negeri. Tapi percayalah sama penulis bahwa kita akan mendapatkan pengalaman dan perasaan yang bahagia semakin dekat kita dengan jutaan manusia yang bertanya tentang hakikat sebuah hidup. Saat ini penulis lagi menikmati pengalaman dan perasaan itu, sungguh suatu periode hidup yang membahagiakan bisa mengabdi ke pelosok negeri.

 Anak muda Indonesia berjumlah 50 juta lebih itu adalah kekuatan yang luar biasa untuk melakukan perbaikan. Banyak permasalahan di daerah. kemiskinan, pemerataan pendidikan, rendahnya kualitas kesehatan. Salah satu studi kasusnya ialah jika anda ke pedalaman Papua khususnya Pegunungan Tengah Papua. Anda akan temukan suatu realita kehidupan yang tidak pernah anda temukan sebelumnya di kota. Di sini penyakit HIV AIDS nomor satu di Indonesia dan lucunya di sini tidak dikenal Penyakit HIV/AIDS tetapi penyakit buatan dan penyakit kutukan dan penyakit tunggu mati.

 

Di sinilah kita akan dibenturkan dengan realita kehidupan dan kita dipacu jiwa dan raga untuk dapat melakukan sesuatu hak untuk perbaikan.

Apapun bidang kita saya yakin dan percaya dengan niat yang baik maka kita akan temukan polosnya anak-anak dan kebersahajaan masyarakat menyambut kita. Saya sebagai guru di pelosok negeri mendapatkan itu semuanya. Di pelosok negeri banyak lahan yang siap untuk kita kelola dan membentuk kita menjadi calon-calon pemimpin yang mengenal bangsa sendiri. Membentuk kita menjadi pribadi yang matang dan problem solver demi Indonesia emas 2045.

Tahukan Anda bahwa ulang tahun emas negara ini di tahun 2045 adalah periode untuk anak-anak muda tahun kelahiran 90-an dan 2000-an? iya benar sekali periode di masa kita lahir. Tidak jarang banyak anak muda yang dihadirkan di salah satu talkshow di stasiun swasta tentang anak muda yang mengabdikan diri ke pelosok negeri.

 

Setiap generasi ada masa dan sejarahnya. Tulislah kisah mu untuk Indonesia dan generasi selanjutnya. Jangan libatkan diri mu dalam perang pemikiran di media sosial yang membuat anak muda Indonesia terpecah.

 

*oleh Anju Nofarof Hasudungan

Penulis adalah Guru SM-3T Angkatan V LPTK Universitas Riau Tahun 2015-2016 di Kab. Jayawijaya, Papua.

untuk Hubungi penulis dapat melalui e-mail: anjunofarof@gmail.com

dan Facebooknya: Anju Nofarof Hasudungan

Prev
Disdik Bangka Selatan
Next
Cerita Kecil dari



  Agenda Kegiatan
  Galeri

  Kalender Agenda

Mon
Tue
Wed
Thu
Fri
Sat
Sun