40% Anak di 10 Negara Tidak Bersekolah

Administrator
Sabtu, 03 September 2016 10:25:57 WIB
333 Views

XINHUA - Sebanyak 10 negara memiliki angka tertinggi dengan jumlah anak-anak yang tidak menikmati pendidikan dasar. Hampir dua dari setiap lima anak atau sekira 18 juta tidak menimba ilmu pendidikan. Hal itu berdasarkan Dana Anak PBB (UNICEF) di Markas Besar PBB, New York.

Liberia menjadi negara dengan jumlah tertinggi dimana anak tidak bersekolah, hampir dua pertiga anak usia sekolah dasar tak memiliki akses ke pendidikan, kata badan PBB tersebut di dalam siaran persnya.

Negara dengan jumlah anak terbanyak kedua adalah Sudan Selatan, sebanyak 59 persen anak kehilangan hak untuk memperoleh pendidikan dasar dan satu dari tiga sekolah ditutup akibat konflik.

Afghanistan (46 persen), Sudan (45 persen), Niger (38 persen) dan Nigeria (34 persen) juga termasuk di antara 10 negara teratas dengan angka tertinggi anak yang tidak mengenyam pendidikan dasar. Kondisi tersebut memberi gambaran kondisi darurat kemanusiaan dan krisis berkelanjutan memaksa anak tidak bisa bersekolah, kata UNICEF.

Analisis data UNICEF, yang dikeluarkan saat jutaan anak kembali ke sekolah pada September, demikian laporan Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Kondisi itu menyoroti luasnya krisis pendidikan yang mempengaruhi banyak negara yang sudah dirongrong konflik, kemarau berkepanjangan, banjir bandang, gempa bumi dan tingginya angka kemiskinan parah.

UNICEF khawatir bahwa tanpa pendidikan, satu generasi anak yang hidup di negara yang terpengaruh oleh konflik, bencana alam dan kemiskinan parah akan tumbuh tanpa ketrampilan yang mereka perlukan untuk memberi sumbangan buat ekonomi dan negara mereka, sehingga menambah parah kondisi mengenaskan jutaan anak dan keluarga mereka.

Pendidikan terus menjadi salah satu sektor yang kekurangan dana dalam keperluan kemanusiaan. Pada 2015, lembaga kemanusiaan hanya menerima 31 persen keperluan dana pendidikan mereka, turun dari 66 persen pada satu dasawarsa lalu.

Meskipun ada kenaikan 126 persen dalam keperluan pendidikan sejak 2005, dana yang dikumpulkan hanya berjumlah empat persen. Terlebih lagi, sistem pendidikan yang dirancang untuk menanggulangi krisis yang berkelanjutan tak bisa dibangun dengan landasan permohonan jangka-pendek dan tak bisa diramalkan.

Selama pertemuan puncak kemanusiaan dunia pada Mei di Turki, landasan pendanaan baru global, "Education Cannot Wait", diluncurkan untuk menjembatani jurang pemisah antara campur tangan kemanusiaan selama krisis dan pembangunan jangka-panjang setelahnya, melalui pendanaan yang bisa diramalkan.

Meskipun tidak termasuk di antara 10 negara teratas dengan angka tertinggi anak yang tidak bersekolah, Suriah adalah tempat 2,1 juta anak usia-sekolah (5-17 tahun) yang tidak mengenyam pendidikan, kata UNICEF. Ditambahkannya, sebanyak 600.000 lagi anak Suriah yang tinggal di kamp pengungsian di wilayah sekitarnya juga tidak bersekolah.

Baru-baru ini, data tak tersedia bagi negara seperti Somalia dan Libya, baik dari sumber survei maupun administrasi, sebagian disebabkan oleh konflik yang berlanjut.

Prev
Ini Fokus Kemdikbud
Next
Disdik Bangka Selatan



  Agenda Kegiatan
  Galeri

  Kalender Agenda

Mon
Tue
Wed
Thu
Fri
Sat
Sun